Dokumentasi CSS Lengkap: Dasar, Properti & Contoh

CSS (Cascading Style Sheets) merupakan teknologi inti dalam pengembangan web modern yang berfungsi untuk mengatur tampilan dan tata letak halaman HTML.

Sebelum mempelajari dokumentasi CSS secara mendalam, sebaiknya Anda memahami dasar-dasar teknologi web lainnya seperti tag HTML, atribut HTML, serta bahasa pemrograman JavaScript yang sering digunakan bersama CSS.

Dokumentasi CSS ini disusun secara lengkap sebagai referensi belajar, panduan teknis, serta dokumentasi resmi bagi pemula hingga tingkat lanjut.

Pendahuluan

Dalam dunia web, HTML bertugas membangun struktur, sedangkan CSS berperan mempercantik dan mengatur tampilan visual. Tanpa CSS, halaman web hanya akan menampilkan teks dan elemen secara polos. Dengan CSS, developer dapat mengatur warna, font, layout, animasi, hingga responsivitas layar.

Dokumentasi ini membahas CSS secara komprehensif, mulai dari konsep dasar, struktur penulisan, selector, properti penting, hingga tabel referensi lengkap.

1. Apa Itu CSS?

CSS adalah bahasa stylesheet yang digunakan untuk mendeskripsikan bagaimana elemen HTML ditampilkan di layar, kertas, atau media lainnya. CSS memungkinkan pemisahan antara konten (HTML) dan presentasi (desain).

1.1 Sejarah Singkat CSS

CSS pertama kali diperkenalkan oleh Håkon Wium Lie pada tahun 1996. Seiring waktu, CSS berkembang melalui beberapa versi: CSS1, CSS2, CSS2.1, dan CSS3. Saat ini CSS3 menjadi standar utama dengan modul-modul terpisah seperti Flexbox, Grid, dan Animation.

2. Fungsi Utama CSS

Untuk memahami mengapa CSS sangat penting dalam pengembangan web, Anda dapat mempelajari sejarah CSS dan perkembangannya yang menjelaskan bagaimana CSS berevolusi menjadi standar desain web modern.

  • Mengatur warna teks dan background
  • Mengatur ukuran dan jenis font
  • Mengatur jarak (margin, padding)
  • Mengatur layout halaman
  • Membuat desain responsif
  • Membuat animasi dan efek visual

3. Cara Menggunakan CSS

3.1 Inline CSS

<p style="color:red; font-size:16px;">Teks Merah</p>

3.2 Internal CSS

<style>
  p {
    color: blue;
  }
</style>

3.3 External CSS (Direkomendasikan)

<link rel="stylesheet" href="style.css">

4. Struktur Dasar CSS

Struktur CSS sangat bergantung pada elemen HTML. Jika Anda belum memahami struktur HTML, silakan pelajari dokumentasi tag HTML lengkap sebagai dasar penerapan CSS yang benar.

selector {
  property: value;
}

Setiap aturan CSS terdiri dari selector, properti, dan nilai.

5. Selector CSS

5.1 Jenis-Jenis Selector

Selector Contoh Fungsi
Element p Memilih semua elemen <p>
Class .box Memilih elemen dengan class tertentu
ID #header Memilih elemen dengan ID unik
Universal * Memilih semua elemen
Attribute input[type=”text”] Memilih berdasarkan atribut

6. Properti CSS Paling Umum

6.1 Properti Teks

Properti Fungsi Contoh
color Mengatur warna teks color: red;
text-align Perataan teks text-align: center;
text-decoration Garis teks underline, none
line-height Jarak antar baris line-height: 1.6;

6.2 Properti Font

Properti Fungsi Contoh
font-family Jenis font Arial, sans-serif
font-size Ukuran font 16px
font-weight Ketebalan font bold
font-style Gaya font italic

6.3 Box Model CSS

Box Model adalah konsep utama dalam CSS yang terdiri dari: margin, border, padding, dan content.

Properti Fungsi
margin Jarak luar elemen
padding Jarak dalam elemen
border Garis tepi elemen
width / height Ukuran elemen

7. Layout Modern CSS

7.1 Flexbox

.container {
  display: flex;
  justify-content: center;
  align-items: center;
}

7.2 Grid

.grid {
  display: grid;
  grid-template-columns: repeat(3, 1fr);
  gap: 20px;
}

8. CSS Responsif

CSS memungkinkan website menyesuaikan tampilan berdasarkan ukuran layar menggunakan media query.

@media (max-width: 768px) {
  body {
    font-size: 14px;
  }
}

9. Animasi dan Transisi CSS

9.1 Transition

button {
  transition: background-color 0.3s ease;
}

9.2 Animation

@keyframes fadeIn {
  from { opacity: 0; }
  to { opacity: 1; }
}

10. Best Practice CSS untuk SEO & WordPress

  • Gunakan external CSS
  • Minify file CSS
  • Gunakan class yang deskriptif
  • Hindari inline CSS berlebihan
  • Pastikan desain responsif

11. Properti Background CSS

Properti background digunakan untuk mengatur latar belakang elemen, baik berupa warna, gambar, maupun pengulangan.

Properti Fungsi Contoh
background-color Warna latar belakang background-color: #f5f5f5;
background-image Gambar latar background-image: url(bg.jpg);
background-repeat Pengulangan background no-repeat
background-position Posisi background center center
background-size Ukuran background cover / contain

12. Properti Border CSS

Properti Fungsi Contoh
border Border lengkap 1px solid black
border-radius Membulatkan sudut 10px
border-color Warna border red
border-style Gaya border dashed

13. Positioning CSS

Properti position digunakan untuk menentukan bagaimana elemen diposisikan dalam halaman.

Value Penjelasan
static Posisi default
relative Relatif terhadap posisi awal
absolute Relatif ke parent terdekat
fixed Tetap di layar
sticky Gabungan relative & fixed
.box {
  position: absolute;
  top: 20px;
  left: 30px;
}

14. Z-Index dan Layering

Z-index digunakan untuk mengatur tumpukan elemen dalam sumbu Z (depan dan belakang).

.modal {
  position: fixed;
  z-index: 999;
}

15. Overflow CSS

Value Fungsi
hidden Menyembunyikan konten berlebih
scroll Menampilkan scrollbar
auto Scrollbar otomatis

16. Pseudo-Class CSS

Pseudo-class digunakan untuk mendefinisikan keadaan khusus suatu elemen.

Pseudo-Class Fungsi
:hover Saat mouse diarahkan
:active Saat diklik
:focus Saat elemen fokus
:first-child Anak pertama
a:hover {
  color: red;
}

17. Pseudo-Element CSS

Pseudo-Element Fungsi
::before Konten sebelum elemen
::after Konten sesudah elemen
::first-letter Huruf pertama
::first-line Baris pertama
p::first-letter {
  font-size: 32px;
}

18. Display CSS

Value Fungsi
block Elemen blok
inline Elemen sebaris
inline-block Kombinasi inline & block
none Menyembunyikan elemen

19. Opacity dan Visibility

Properti Fungsi
opacity Transparansi elemen
visibility Visibilitas elemen
.box {
  opacity: 0.5;
  visibility: visible;
}

20. Transform CSS

Fungsi Contoh
rotate rotate(45deg)
scale scale(1.2)
translate translateX(20px)

21. CSS untuk Aksesibilitas

  • Gunakan warna dengan kontras tinggi
  • Hindari font terlalu kecil
  • Gunakan :focus untuk navigasi keyboard
  • Pastikan responsif di semua layar

22. Optimasi CSS untuk Performa Website

  • Gabungkan file CSS
  • Gunakan CSS minify
  • Hapus CSS yang tidak terpakai
  • Gunakan critical CSS

23. CSS Variables (Custom Properties)

CSS Variables atau Custom Properties memungkinkan developer menyimpan nilai CSS yang dapat digunakan kembali di seluruh stylesheet. Fitur ini sangat membantu untuk konsistensi desain dan pemeliharaan kode.

Dokumentasi resmi CSS dapat ditemukan di situs MDN Web Docs yang menjadi referensi utama pengembang web di seluruh dunia.

23.1 Deklarasi CSS Variables

:root {
  --primary-color: #0d6efd;
  --secondary-color: #6c757d;
  --font-base: 16px;
}

23.2 Menggunakan CSS Variables

body {
  font-size: var(--font-base);
  color: var(--primary-color);
}

24. Kelebihan CSS Variables

  • Mudah diubah secara global
  • Mendukung tema (dark/light mode)
  • Lebih rapi dan terstruktur
  • Didukung browser modern

25. CSS Units (Satuan CSS)

Unit Jenis Fungsi
px Absolut Piksel tetap
% Relatif Persentase parent
em Relatif Relatif font parent
rem Relatif Relatif root
vw Viewport Lebar layar
vh Viewport Tinggi layar

26. Referensi Properti CSS Lengkap A–Z

Berikut adalah daftar properti CSS populer yang sering digunakan dalam pengembangan website.

Properti Fungsi
align-itemsPerataan Flexbox
animationAnimasi elemen
backgroundLatar belakang
borderGaris tepi
box-shadowBayangan elemen
colorWarna teks
cursorKursor mouse
displayTipe tampilan
flexFlexbox
floatMengapung
fontFont shorthand
gapJarak Flex/Grid
heightTinggi elemen
justify-contentPerataan horizontal
line-heightJarak baris
marginJarak luar
opacityTransparansi
overflowKonten berlebih
paddingJarak dalam
positionPosisi elemen
text-alignPerataan teks
transformTransformasi
transitionEfek transisi
widthLebar elemen
z-indexLapisan elemen

27. CSS Shorthand Properties

Shorthand memungkinkan penulisan properti CSS secara ringkas dan efisien.

Shorthand Pengganti
margin margin-top, right, bottom, left
padding padding-top, right, bottom, left
font font-style, weight, size, family
background background-color, image, position

28. CSS Reset dan Normalize

CSS Reset digunakan untuk menyamakan tampilan default browser. Normalize.css mempertahankan gaya default yang berguna.

* {
  margin: 0;
  padding: 0;
  box-sizing: border-box;
}

29. Dark Mode dengan CSS

:root {
  --bg-color: #ffffff;
  --text-color: #000000;
}

.dark {
  --bg-color: #121212;
  --text-color: #ffffff;
}

body {
  background: var(--bg-color);
  color: var(--text-color);
}

30. CSS Best Practice Modern

  • Gunakan CSS Variables
  • Gunakan Flexbox dan Grid
  • Gunakan class reusable
  • Hindari !important
  • Struktur CSS modular

31. Cheatsheet CSS Singkat

display: flex;
justify-content: center;
align-items: center;

position: absolute;
top: 0;
left: 0;

font-size: 1rem;
line-height: 1.6;

32. Studi Kasus: Membangun Layout Website Edukasi

Pada studi kasus ini, kita akan menerapkan berbagai konsep CSS yang telah dibahas sebelumnya untuk membangun layout website edukasi modern yang rapi, responsif, dan mudah dikembangkan.

32.1 Struktur HTML Sederhana

<header class="site-header">Header</header>
<main class="container">
  <article class="content">Konten</article>
  <aside class="sidebar">Sidebar</aside>
</main>
<footer class="site-footer">Footer</footer>

32.2 CSS Layout dengan Flexbox

.container {
  display: flex;
  gap: 20px;
}

.content {
  flex: 3;
}

.sidebar {
  flex: 1;
}

33. Template CSS Profesional (Production Ready)

Template berikut cocok digunakan sebagai dasar website blog, dokumentasi, maupun website edukasi.

/* RESET */
* {
  margin: 0;
  padding: 0;
  box-sizing: border-box;
}

/* VARIABLES */
:root {
  --primary: #0d6efd;
  --dark: #212529;
  --light: #f8f9fa;
  --font-base: 16px;
}

/* GLOBAL */
body {
  font-family: Arial, sans-serif;
  font-size: var(--font-base);
  line-height: 1.6;
  background: var(--light);
  color: var(--dark);
}

/* HEADER */
.site-header {
  background: var(--primary);
  color: #fff;
  padding: 20px;
  text-align: center;
}

/* LAYOUT */
.container {
  max-width: 1200px;
  margin: auto;
  padding: 20px;
  display: flex;
  gap: 20px;
}

/* CONTENT */
.content {
  flex: 3;
}

/* SIDEBAR */
.sidebar {
  flex: 1;
  background: #e9ecef;
  padding: 15px;
}

/* FOOTER */
.site-footer {
  background: #000;
  color: #fff;
  text-align: center;
  padding: 15px;
}

34. CSS Responsif untuk Mobile

Agar layout tetap nyaman di perangkat mobile, gunakan media query berikut:

@media (max-width: 768px) {
  .container {
    flex-direction: column;
  }
}

35. Arsitektur CSS yang Direkomendasikan

Untuk proyek besar, struktur CSS sangat penting agar mudah dipelihara dan dikembangkan.

35.1 Struktur Folder CSS

css/
├── base.css
├── layout.css
├── components.css
├── utilities.css
└── main.css
  • base.css – reset & global
  • layout.css – struktur halaman
  • components.css – button, card, navbar
  • utilities.css – helper class

36. Metodologi Penulisan CSS

36.1 BEM (Block Element Modifier)

.card {}
.card__title {}
.card--highlight {}

36.2 Utility First

.text-center {}
.mt-3 {}
.p-2 {}

37. Kesalahan Umum dalam CSS

  • Terlalu banyak selector bertingkat
  • Menggunakan !important berlebihan
  • Tidak konsisten penamaan class
  • Tidak memperhatikan responsivitas

38. Checklist CSS Sebelum Production

Checklist Status
CSS minified
Responsif mobile
Cross-browser
Aksesibilitas
Unused CSS dihapus

39. Integrasi CSS dengan WordPress

Dalam WordPress, CSS sebaiknya ditambahkan melalui theme atau child theme agar tidak hilang saat update.

  • Appearance → Customize → Additional CSS
  • Child theme style.css
  • Enqueue CSS di functions.php

40. Optimasi CSS untuk SEO (Rank Math Friendly)

  • Hindari render-blocking CSS
  • Gunakan critical CSS
  • Pastikan CLS rendah
  • Optimalkan font dan ukuran

Penutup Akhir Dokumentasi CSS

Dokumentasi CSS lengkap ini disusun sebagai panduan belajar dan referensi praktis untuk membangun website modern, responsif, dan SEO-friendly.

Dengan memahami CSS dari dasar hingga lanjutan, Anda dapat menciptakan tampilan web yang profesional dan siap digunakan di lingkungan produksi.

Semoga dokumentasi ini bermanfaat dan dapat menjadi referensi jangka panjang dalam perjalanan Anda sebagai web developer.

Sebagai lanjutan pembelajaran, Anda juga dapat mempelajari sejarah JavaScript dan dokumentasi lengkap tag HTML serta atribut HTML untuk membangun website yang lebih interaktif dan terstruktur.

Leave a Comment